Langsung ke konten utama

Apa Itu Apartheid?

APARTHEID Apartheid  berasal dari bahasa Afrikaans yang berarti "keterpisahan" . Apartheid adalah sistem pemisahan ras dan diskriminasi yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan dari awal abad ke-20 hingga tahun 1990, yang membatasi hak-hak dan kebebasan warga non-kulit putih.  AFRIKA SELATAN Puluhan tahun lalu, penduduk kulit hitam asli Afrika Selatan diusir dari rumah mereka sendiri. Mereka diancam dan ditakut-takuti, dan tanah mereka dirampas pemerintah yang bikin peraturan untuk memisahkan tempat tinggal penduduk berdasarkan warna kulit. Warga kulit hitam hanya mendapatkan 13% lahan, padahal jumlah mereka itu paling banyak. Tidak hanya itu, mereka juga tidak boleh asal masuk ke tempat-tempat umum, bahkan hak mereka untuk memilih pemimpin sendiri dicabut. Inilah Apartheid . Ketika sistem negara rasis terhadap penduduknya sendiri.  Afrika Selatan Tapi kenapa semua ini bisa terjadi? karena Belanda dan Inggris sudah menjelajah Afrika Selatan selama aba...

Sawit Merusak Masa Depan Bumi?


Indonesia kini menjadi raja minyak kelapa sawit dunia, lebih dari 47 juta ton minyak kelapa sawit dihasilkan pada tahun 2023, di balik prestasi ini lebih dari 16,2 juta orang bergantung pada sawit. Di sinilah dilema dimulai karena pertumbuhan sawit yang pesat membawa konsekuensi buruk, sawit dianggap sebagai perusak lingkungan.


Menurut data dari Internasional Union For Conservation of Nature (IUCN) dalam 20 tahun terakhir rata-rata 32,000 sampai 100,000 hektare hutan tropis hilang setiap tahunnya akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit, dan 193 spesies terancam punah akibat dari perkebunan kelapa sawit, termasuk 750 sampai 1,250 orangutan yang mati setiap tahunnya, memicu tergerusnya keanekaragaman hayati dan turut mendorong terjadinya perubahan iklim global. 


SEJARAH


Kelapa sawit pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada masa kolonial di tahun 1848 dan sejak itu tumbuh menjadi salah satu komoditas utama yang menggerakkan ekonomi negara. Menurut Ir. H. Indra Syahputra, MP (2024) bahwa pertama kali kelapa sawit di tanam di Kebun Raya Bogor dari Afrika sebagai tanaman koleksi dan dibudidayakan secara komersil di Indonesia pada tahun 1911 oleh Adrian Halley. 

HILIRISASI KELAPA SAWIT

Hilirisasi kelapa sawit hampir mencapai angka 200 produk untuk bahan utama kebutuhan sehari-hari manusia yang paling umum dibagi menjadi 4 klarifikasi :

1. Oleo Food, terdiri dari (Minyak Goreng, Margarin, Coklat)

2. Oleo Kimia, terdiri dari (Sabun, Shampo, Kosmetik)

3. Biofuel, terdiri dari (Biodiesel, Bensin, Avtur Sawit, Biomassa)

4. Oleo Farma, terdiri dari (Obat-obatan, Suplemen)


DAMPAK MASYAKAT LOKAL


Selain pengembangan produk turunan dari kelapa sawit terdapat juga upaya pengembangan ekonomi keluarga yang melibatkan masyarakat lokal melalui kerajinan tangan dari sisa pelepah kelapa sawit. Kehidupan masyarakat di kebun sawit bertransformasi, masyarakat lokal bisa menikmati hasil dari praktik sawit yang bekelanjutan. 

Aspek dari kesesuaian kelapa sawit bermacam-macam bukan hanya dari satu aspek, harus dari aspek ekonomi, bisnis, sosial, dan lingkungan. Sawit berkontribusi kepada lingkungan tapi bila tidak dikelola dengan baik bisa berdampak negatif pada lingkungan, dan pentingnya inovasi perkelolaan kelapa sawit, menurut Dr. Ir. Tungkot Sipayung (2024). 

Masyakat terlanjur beradaptasi dan bergantung pada sawit, lantas dengan ketergantungan sebesar ini, apakah kita bisa hidup tanpa sawit? untuk saat ini tidak ada yang bisa mengganti sawit, tapi persoalannya adalah bagaimana kita supaya dalam menghasilkan minyak sawit kedepan semakin berkembang dan semakin diperhatikan. 

Faktanya kita bergantung pada sawit lebih dari yang kita sadari, namun tanpa praktik bekelanjutan dampaknya bisa menghancurkan. Mungkin, bukan soal menghapus sawit, melainkan mengelola dengan cara yang lebih bijak. Kelapa sawit memang kontroversial, tapi apakah kita siap hidup tanpanya?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Midas Touch : Modern Life

SIAPA MIDAS? Midas, karena telah membantu Dewa Dionysus, dia diberikan hadiah yaitu kekuatan untuk mengubah apapun yang disentuhnya menjadi emas. Namun, berkah juga adalah kutukan, karena apapun yang disentuhnya berubah menjadi emas, dia tidak bisa makan dan juga minum. Dan lebih mengerikannya lagi, dia tidak sengaja menyentuh putrinya dan putrinya berubah menjadi patung emas.  Dan begitu juga dengan munculnya teknologi dan kemudahan yang datang dengannya. Ketika teknologi muncul dan terus berkembang, kehidupan menjadi jauh lebih mudah daripada sebelumnya. Namun, sama seperti sentuhan Midas. Yang kita persepsikan sebagai berkah, yang kita anggap sebagai anugerah, bisa saja adalah kutukan.  Kemudahan memesan apapun dari rumah membuat kita terkurung dalam rumah, komunikasi yang mudah membuat hubungan manusia jadi menjauh, hiburan yang bisa dicapai hanya dengan klik dan scroll di smartphone membuat kita tidak lebih hanya seperti hamster yang berputar-putar dalam rodanya. Kita men...

Hidup Seperti Larry (The SpongeBob)

  Hidup Seperti Larry Kita sering mendengar-nya sewaktu kecil ketika menonton SpongeBob, tapi kita tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud Hidup Seperti Larry , apa artinya? apakah bagus untuk kita? atau malah merugikan kita?. Larry adalah salah satu karakter sampingan dari series SpongeBob, dia bekerja sebagai penjaga pantai dan dia bangga akan pekerjaan-nya, karena hanya diri-nya yang bisa menyelamatkan pengunjung dari bahaya. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan hidup seperti Larry?, Bagaimana caranya agar kita dapat hidup seperti Larry?. Hidup Seperti Larry simplenya adalah hidup dimana kita akan mati hari ini, dengan membuat hidup kita dalam bahaya, kita dapat menikmati ardenalin terpompa di jantung kita, dan dapat merasakan hidup di masa sekarang. Hidup Seperti Larry berarti hidup dengan gaya hidup yang penuh pertualangan, kesulitan, kesenangan, dan kepuasan. Ungkapan itu dimaksud bahwa kita harus menjalani hidup dengan sepenuh-nya, merangkul pengalaman baru dan mengejar...

Bagaimana Evolusi Membuat Ular Kehilangan Kaki?

  Sekitar 90 juta tahun yang lalu masa dinosaurus masih berkeliaran di Bumi, ular purba pernah hidup berdampingan dengan mereka. Fosil ular purba ditemukan di Argentina dan dilaporkan pada 2019 lalu, dan dinamai Najash . Ada satu ciri unik dari ular purba ini yang tidak dimiliki oleh ular yang kita kenal sekarang yaitu Kaki . Mereka telah membuktikan bahwa memang ular berevolusi dari reptil yang sebelumnya memiliki kaki dan Najash adalah bukti fosil dari evolusi ular. Dalam Taksonomi  ular dikelompokkan dalam sub-ordo Serpentes yang merupakan bagian dari ordo Squamata , ordo yang sama yang mencangkup kadal. Catatan fosil ular relatif sedikit karena kerangka ular kecil dan rapuh sehingga fosilisasi jarang terjadi. Sisa-sisa kaki ular terdapat pada ular modern yakni ular sanca dan ular boa terdapat sisa tungkai belakang yang disebut Taji Pelvis . Pygopodidae Pada garis keturunan kadal banyak kelompok kadal modern yang tidak berkaki, contohnya kadal tak berkaki dari keluarga Pyg...