Langsung ke konten utama

Apa Itu Apartheid?

APARTHEID Apartheid  berasal dari bahasa Afrikaans yang berarti "keterpisahan" . Apartheid adalah sistem pemisahan ras dan diskriminasi yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan dari awal abad ke-20 hingga tahun 1990, yang membatasi hak-hak dan kebebasan warga non-kulit putih.  AFRIKA SELATAN Puluhan tahun lalu, penduduk kulit hitam asli Afrika Selatan diusir dari rumah mereka sendiri. Mereka diancam dan ditakut-takuti, dan tanah mereka dirampas pemerintah yang bikin peraturan untuk memisahkan tempat tinggal penduduk berdasarkan warna kulit. Warga kulit hitam hanya mendapatkan 13% lahan, padahal jumlah mereka itu paling banyak. Tidak hanya itu, mereka juga tidak boleh asal masuk ke tempat-tempat umum, bahkan hak mereka untuk memilih pemimpin sendiri dicabut. Inilah Apartheid . Ketika sistem negara rasis terhadap penduduknya sendiri.  Afrika Selatan Tapi kenapa semua ini bisa terjadi? karena Belanda dan Inggris sudah menjelajah Afrika Selatan selama aba...

The Midas Touch : Modern Life

SIAPA MIDAS?




Midas, karena telah membantu Dewa Dionysus, dia diberikan hadiah yaitu kekuatan untuk mengubah apapun yang disentuhnya menjadi emas. Namun, berkah juga adalah kutukan, karena apapun yang disentuhnya berubah menjadi emas, dia tidak bisa makan dan juga minum. Dan lebih mengerikannya lagi, dia tidak sengaja menyentuh putrinya dan putrinya berubah menjadi patung emas. 

Dan begitu juga dengan munculnya teknologi dan kemudahan yang datang dengannya. Ketika teknologi muncul dan terus berkembang, kehidupan menjadi jauh lebih mudah daripada sebelumnya. Namun, sama seperti sentuhan Midas. Yang kita persepsikan sebagai berkah, yang kita anggap sebagai anugerah, bisa saja adalah kutukan. 

Kemudahan memesan apapun dari rumah membuat kita terkurung dalam rumah, komunikasi yang mudah membuat hubungan manusia jadi menjauh, hiburan yang bisa dicapai hanya dengan klik dan scroll di smartphone membuat kita tidak lebih hanya seperti hamster yang berputar-putar dalam rodanya. Kita menjadi sangat nyaman, seperti hewan ternak, seperti babi gemuk yang puas, nyaman, dan takut dengan kehidupan yang sebenarnya, takut akan realitas.



SEJARAH



Sebelum sejarah, manusia berjuang untuk berburu dengan mencari, mengejar, menangkap dan membunuh hewan liar untuk memperoleh sumber makanan. Dan jauh setelah itu, selama sejarah manusia, manusia terus menerus berjuang untuk menaklukkan, membunuh, menjarah, dan merampas masa perang dan perang menandai seluruh sejarah manusia. Perang dan pertempuran dianggap tidak hanya tak terhindarkan, tetapi juga diinginkan. 

Bukan berarti kita membenarkan kekerasan dan perang dalam seluruh sejarah manusia. Tapi fakta bahwa arti dalam mengerjakan sesuatu itu ada membuat itu tertanam di dalam alam bawah sadar kita semua. Dan ketika semua manusia sekarang terlalu nyaman, hanya bangun tidur, makan dan tidur lagi membuat kehidupan manusia menjadi tidak berarti. 

Sama seperti bagaimana raja dalam sejarah yang membunuh dirinya dengan kenyamanan. Kita tidak harus menjadi kuat atau memiliki kekerasan, tapi jelas bahwa bahaya, penderitaan, adalah bagian yang memberikan makna kedalam kehidupan manusia. Entah itu untuk meraih kemenangan, perkembangan, untuk menjadi manusia. 

Semakin kesini manusia telah menjadi makhluk tanpa kehendak, sama seperti lilin yang tidak dinyalakan, mereka aman dan nyaman, tidak akan ada yang bisa membunuh mereka dan mereka akan tetap terus ada, tapi mereka tidak hidup. 

Masyarakat semakin berkembang, pengurangan pengaruh agama dan spiritualitas meninggalkan manusia dalam kekosongan makna dan ketidakpentingan manusia di alam semesta yang sangat besar. Manusia mulai merasakan kehilangan, kebingungan, ketiadaan tujuan dan arti dalam hidup mereka. Seperti putus cinta, kehilangan orang yang dicintai, mengalami penyakit, dan melihat kematian membuat mereka terus menerus mencoba mencari arti dari semua ini, membuat mereka terus menerus bertanya. 

Dan ini menyebabkan Nihilisme tumbuh dalam hati manusia. Kenyamanan dan Nihilisme yang merajalela menciptakan manusia terakhir, sebutan yang diberikan Nietzsche terhadap evolusi manusia ini yang disebut The Last Man.



THE LAST MAN


Nietzsche

Nietzsche, filsuf eksistensialis Jerman yang hidup sekitar 100 tahunan yang lalu, hidup di era ketika teknologi berkembang pesat. Dia sadar apa saja yang akan dibawa oleh teknologi dan ilmu pengetahuan ini, yaitu keberadaan yang nyaman tapi tidak berarti, mereka bertahan hidup tapi tidak hidup. 

The Last Man adalah manusia yang jatuh dikarenakan jatuhnya nilai-nilai tradisional dan tidak ada yang menggantikannya. Manusia menjadi Nihilistik Pasif, semua orang terkurung di atas sofanya sendiri, semua orang menjadi pemalas. Manusia akan muncul dimana mereka tidak lagi mengejar sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri, mereka tidak peduli dengan pencapaian moral, intelektual, dan spiritual yang lebih tinggi, mereka tidak ingin menciptakan sesuatu yang lebih besar.

Manusia terakhir itu tidak lagi memikirkan hal yang mendalam seperti cinta, penciptaan, kerinduan, dan aspirasi yang tinggi. Manusia itu tidak kagum terhadap dunia ataupun kehidupan, hidup dalam keadaan kepuasan yang dangkal dan tidak lagi mencari makna atau tujuan yang lebih tinggi dari kehidupan, baginya segala sesuatu ada begitu saja, dia tidak bertanya tanya, dia tidak heran tentang apapun, dia tidak memiliki rasa penasaran, segala sesuatu tampak ada tanpa alasan sama sekali. 

Dia melompat-lompat dalam melakukan aktivitas tidak penting dan dangkal, tidak ada aspirasi, tidak ada ambisi, tidak ada api di atas lilin. Menjadi individu yang mengkhususkan diri bukan dalam pencapaian sesuatu, tidak kreatif, tetapi konsumtif, mereka menginginkan hal yang sama dan berusaha mencapai kesetaraan dalam bentuk yang paling dangkal, dan mereka yang memiliki pemikiran dan perasaan berbeda dari mayoritas dianggap gila dan pantas untuk masuk rumah sakit jiwa. 

Manusia itu merasa putus asa tapi tetap ingin menginginkan kepastian dalam hidup, yang membuat mereka memandang bahwa kehidupan tidak memiliki tujuan, makna, atau nilai, karena kepercayaan bahwa tidak ada kepercayaan itu lebih stabil daripada mengatakan bahwa ada kepercayaan yang mungkin tidak pasti adanya. 

Mereka lebih memilih untuk menghilangkan harapan, semangat, dan vitalitas karena lebih mudah daripada berharap dan mencari makna atau tujuan hidup. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Seperti Larry (The SpongeBob)

  Hidup Seperti Larry Kita sering mendengar-nya sewaktu kecil ketika menonton SpongeBob, tapi kita tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud Hidup Seperti Larry , apa artinya? apakah bagus untuk kita? atau malah merugikan kita?. Larry adalah salah satu karakter sampingan dari series SpongeBob, dia bekerja sebagai penjaga pantai dan dia bangga akan pekerjaan-nya, karena hanya diri-nya yang bisa menyelamatkan pengunjung dari bahaya. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan hidup seperti Larry?, Bagaimana caranya agar kita dapat hidup seperti Larry?. Hidup Seperti Larry simplenya adalah hidup dimana kita akan mati hari ini, dengan membuat hidup kita dalam bahaya, kita dapat menikmati ardenalin terpompa di jantung kita, dan dapat merasakan hidup di masa sekarang. Hidup Seperti Larry berarti hidup dengan gaya hidup yang penuh pertualangan, kesulitan, kesenangan, dan kepuasan. Ungkapan itu dimaksud bahwa kita harus menjalani hidup dengan sepenuh-nya, merangkul pengalaman baru dan mengejar...

Bagaimana Evolusi Membuat Ular Kehilangan Kaki?

  Sekitar 90 juta tahun yang lalu masa dinosaurus masih berkeliaran di Bumi, ular purba pernah hidup berdampingan dengan mereka. Fosil ular purba ditemukan di Argentina dan dilaporkan pada 2019 lalu, dan dinamai Najash . Ada satu ciri unik dari ular purba ini yang tidak dimiliki oleh ular yang kita kenal sekarang yaitu Kaki . Mereka telah membuktikan bahwa memang ular berevolusi dari reptil yang sebelumnya memiliki kaki dan Najash adalah bukti fosil dari evolusi ular. Dalam Taksonomi  ular dikelompokkan dalam sub-ordo Serpentes yang merupakan bagian dari ordo Squamata , ordo yang sama yang mencangkup kadal. Catatan fosil ular relatif sedikit karena kerangka ular kecil dan rapuh sehingga fosilisasi jarang terjadi. Sisa-sisa kaki ular terdapat pada ular modern yakni ular sanca dan ular boa terdapat sisa tungkai belakang yang disebut Taji Pelvis . Pygopodidae Pada garis keturunan kadal banyak kelompok kadal modern yang tidak berkaki, contohnya kadal tak berkaki dari keluarga Pyg...