SIAPA MIDAS?
![]() |
Dan begitu juga dengan munculnya teknologi dan kemudahan yang datang dengannya. Ketika teknologi muncul dan terus berkembang, kehidupan menjadi jauh lebih mudah daripada sebelumnya. Namun, sama seperti sentuhan Midas. Yang kita persepsikan sebagai berkah, yang kita anggap sebagai anugerah, bisa saja adalah kutukan.
Kemudahan memesan apapun dari rumah membuat kita terkurung dalam rumah, komunikasi yang mudah membuat hubungan manusia jadi menjauh, hiburan yang bisa dicapai hanya dengan klik dan scroll di smartphone membuat kita tidak lebih hanya seperti hamster yang berputar-putar dalam rodanya. Kita menjadi sangat nyaman, seperti hewan ternak, seperti babi gemuk yang puas, nyaman, dan takut dengan kehidupan yang sebenarnya, takut akan realitas.
SEJARAH
Bukan berarti kita membenarkan kekerasan dan perang dalam seluruh sejarah manusia. Tapi fakta bahwa arti dalam mengerjakan sesuatu itu ada membuat itu tertanam di dalam alam bawah sadar kita semua. Dan ketika semua manusia sekarang terlalu nyaman, hanya bangun tidur, makan dan tidur lagi membuat kehidupan manusia menjadi tidak berarti.
Sama seperti bagaimana raja dalam sejarah yang membunuh dirinya dengan kenyamanan. Kita tidak harus menjadi kuat atau memiliki kekerasan, tapi jelas bahwa bahaya, penderitaan, adalah bagian yang memberikan makna kedalam kehidupan manusia. Entah itu untuk meraih kemenangan, perkembangan, untuk menjadi manusia.
Semakin kesini manusia telah menjadi makhluk tanpa kehendak, sama seperti lilin yang tidak dinyalakan, mereka aman dan nyaman, tidak akan ada yang bisa membunuh mereka dan mereka akan tetap terus ada, tapi mereka tidak hidup.
Masyarakat semakin berkembang, pengurangan pengaruh agama dan spiritualitas meninggalkan manusia dalam kekosongan makna dan ketidakpentingan manusia di alam semesta yang sangat besar. Manusia mulai merasakan kehilangan, kebingungan, ketiadaan tujuan dan arti dalam hidup mereka. Seperti putus cinta, kehilangan orang yang dicintai, mengalami penyakit, dan melihat kematian membuat mereka terus menerus mencoba mencari arti dari semua ini, membuat mereka terus menerus bertanya.
Dan ini menyebabkan Nihilisme tumbuh dalam hati manusia. Kenyamanan dan Nihilisme yang merajalela menciptakan manusia terakhir, sebutan yang diberikan Nietzsche terhadap evolusi manusia ini yang disebut The Last Man.
THE LAST MAN
![]() |
Nietzsche |
Nietzsche, filsuf eksistensialis Jerman yang hidup sekitar 100 tahunan yang lalu, hidup di era ketika teknologi berkembang pesat. Dia sadar apa saja yang akan dibawa oleh teknologi dan ilmu pengetahuan ini, yaitu keberadaan yang nyaman tapi tidak berarti, mereka bertahan hidup tapi tidak hidup.
The Last Man adalah manusia yang jatuh dikarenakan jatuhnya nilai-nilai tradisional dan tidak ada yang menggantikannya. Manusia menjadi Nihilistik Pasif, semua orang terkurung di atas sofanya sendiri, semua orang menjadi pemalas. Manusia akan muncul dimana mereka tidak lagi mengejar sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri, mereka tidak peduli dengan pencapaian moral, intelektual, dan spiritual yang lebih tinggi, mereka tidak ingin menciptakan sesuatu yang lebih besar.
Manusia terakhir itu tidak lagi memikirkan hal yang mendalam seperti cinta, penciptaan, kerinduan, dan aspirasi yang tinggi. Manusia itu tidak kagum terhadap dunia ataupun kehidupan, hidup dalam keadaan kepuasan yang dangkal dan tidak lagi mencari makna atau tujuan yang lebih tinggi dari kehidupan, baginya segala sesuatu ada begitu saja, dia tidak bertanya tanya, dia tidak heran tentang apapun, dia tidak memiliki rasa penasaran, segala sesuatu tampak ada tanpa alasan sama sekali.
Dia melompat-lompat dalam melakukan aktivitas tidak penting dan dangkal, tidak ada aspirasi, tidak ada ambisi, tidak ada api di atas lilin. Menjadi individu yang mengkhususkan diri bukan dalam pencapaian sesuatu, tidak kreatif, tetapi konsumtif, mereka menginginkan hal yang sama dan berusaha mencapai kesetaraan dalam bentuk yang paling dangkal, dan mereka yang memiliki pemikiran dan perasaan berbeda dari mayoritas dianggap gila dan pantas untuk masuk rumah sakit jiwa.
Manusia itu merasa putus asa tapi tetap ingin menginginkan kepastian dalam hidup, yang membuat mereka memandang bahwa kehidupan tidak memiliki tujuan, makna, atau nilai, karena kepercayaan bahwa tidak ada kepercayaan itu lebih stabil daripada mengatakan bahwa ada kepercayaan yang mungkin tidak pasti adanya.
Mereka lebih memilih untuk menghilangkan harapan, semangat, dan vitalitas karena lebih mudah daripada berharap dan mencari makna atau tujuan hidup.
Komentar
Posting Komentar